MUQADDIMAH Surat “Al Faatihah”

Maret 8, 2011

MUQADDIMAH Surat “Al Faatihah” (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quraan dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut “Al Faatihah” (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quraan. Dinamakan “Ummul Quraan” (induk Al Quraan) atau “Ummul Kitaab” (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quraan, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang. Dinamakan pula “As Sab’ul matsaany” (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang. Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quraan, yaitu : I. Keimanan : Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu ni’mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni’mat yang terdapat dalam alam ini. Diantara ni’mat itu ialah : ni’mat menciptakan, ni’mat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata “Rab” dalam kalimat “Rabbul-’aalamiin” tidak hanya berarti “Tuhan” atau “Penguasa”, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni’mat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : “Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” ( hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Yang dimaksud dengan “Yang Menguasai Hari Pembalasan” ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni’mat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. “Ibadat” yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat not 6. 2. Hukum-hukum : Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran. 3. Kisah-kisah : Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quraan memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi ni’mat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang- orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa’ (orang- orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). “Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat,” ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat- ayat Al Quraan pada surat-surat yang lain.
PENUTUP Surat “Al Fatihaah” ini melengkapi unsur-unsur pokok syari’at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quraan yang 113 surat berikutnya. Persesuaian surat ini dengan surat “Al Baqarah” dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik- titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya. Dibahagian akhir surat “Al Faatihah” disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke- jalan yang lurus, sedang surat “Al Baqarah” dimulai dengan penunjukan “al Kitaab” (Al Quraan) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Sedekah Menentramkan Hati

Maret 8, 2011

Sedekah Menentramkan Hati
User ID Pengirim : yuka | No.urut Testimoni : 1
Saya seorang pendosa,dan saya dikejar-kejar oleh dosa itu.rasa penyesalan ini tak pernah hilang dalam hati,selalu membayangi diri disetiap waktu.hati dan otak saya penuh dengan rasa takut yang amat sangat terhadap azab allah,sehingga membuat saya stres berat. namun saya selalu mendekatkan diri pada allah, seraya selalu berdoa memohon ampun atas dosa-dosa besar yg aku lakukan,dan memohon petunjuk.YA..ALLAH saya harus bagaimana..?,suatu hari saya pergi ngak tau mau kemana,pikiran saya kosong,lalu saya berhenti di suatu daerah yg lagi tertimpa bencana banjir,spontan saya langsung ingin membantu mereka,dengan memberikan bantuan makanan dan air minum, memang tidak seberapa yg saya beri. Namun sambutan yg saya terima luar biasa ,salah satu bapak-bapak yg ada disana mengatakan, ‘DI BANTU DOA YA MAS’seketika itu saya meneteskan air mata dan berlalu pergi.setelah itu hal yg luar biasa terjadi pada saya,saya berangsur-ansur menjadi lebih tenang,lebih yakin atas ampunanan ALLAH dan semenjak itu ALLAH selalu memberikan petunjuk pada saya,semakin mantab hati ini, bahwa saya akan diampuni jika pertaubatan saya sunguh-sungguh.

MENDENGAR KATA KASAR

Februari 23, 2011

JANGAN BERSEDIH JIKA MENDENGAR KATA-KATA KASAR, KARENA KEDENGKIAN ITU SUDAH ADA SEJAK DULU (Dr. ‘Aidh al Qarni, La Tahzan )

ALI MUSTOFA

Februari 15, 2011

ALI MUSTOFA UMUR 4 TAHUN, SEKARANG SEDANG BELAJAR INTERNET DENGAN BAPAKNYA. SEMOGA JADI AHLI INTERNET MARKETING YANG SHOLEH.

AJA KELALEN

Februari 10, 2011

AJA KELALEN NEK LAGI ENTUK REJEKI
SEDEKAH MENG ANAK YATIM

AJA KELALEN NEK AKEH BANDA SEDEKAH MENG FAKIR MISKIN


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.